Babak Baru Bersama Tuhan

Babak Baru Bersama Tuhan

Pernahkah kita mengikuti sebuah perlombaan? Saat kita melakukan sebuah kesalahan dalam berlomba, tentu kita tidak akan bisa menjadi juara. Dan kita menjadi sangat menyesal dengan kesalahan yang sudah kita lakukan.

Penyesalan itu selalu datang terlambat. Dan terkadang membuat kita sangat kecewa atau terpukul. Kita akan sering berkata, “Andai dulu aku melakukan yang benar, pasti tidak akan begini jadinya.” Penyesalan yang “gagal” adalah dimana seseorang terus mengutuki dirinya sendiri dan selalu berandai-andai tentang masa lalu.

Masa lalu itu tidak akan pernah kembali. Apa yang sudah terjad tidak akan pernah bisa diulangi lagi. mungkin kita telah kalah dalam babak yang lalu, tapi itu bukan menjadi alasan bagi kita untuk berdiam diri dan hidup dalam penyesalan.

Saat kita melakukan kesalahan, mari cepat perbaiki. Saat kita menyadari bahwa dulu hidup dalam dosa, mulailah untuk bertobat. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai kehidupan yang baru. Dalam hidup yang baru, tidak ada masa lalu, karena yang ada hanyalah masa depan. Masa lalu merupakan cambuk yang akan mengajar kita untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Saat kita memilih untuk melangkah dalam babak kehidupan yang baru, maka mulailah babak itu bersama dengan Tuhan. Berjalan sendiri, tidak ada berkat. Berjalan bersama Tuhan, ada berkat. Hidup tanpa Tuhan adalah hidup yang gagal, namun hidup di dalam Tuhan adalah hidup yang penuh dengan kemuliaan.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Mazmur 23:4

Tags:

No comments yet.

Leave a Reply