Belajar Tersenyum

Belajar Tersenyum

Ada seorang wanita yang tidak bisa tersenyum. Setiap hari wajahnya selalu cemberut. Nada bicaranya juga ketus. Suatu hari gadis itu mendapat sebuah hadiah dari seseorang. Ternyata hadiahnya berupa tanaman.

Si gadis sangat senang mendapatkan hadiah itu. Ditaruhnya tanaman di samping jendela dan disiraminya dengan rajin. Namun entah mengapa tanaman itu bukannya semakin subur, namun malah semakin layu.

Gadis itu mulai sadar bahwa bukan hanya manusia saja yang dapat “layu” hatinya namun tanaman pun juga dapat layu. Dia pun menatap wajahnya pada sebuah cermin. Perlahan-lahan ia mulai belajar untuk menarik secara perlahan kedua ujung bibirnya sehingga membentuk setengah lingkaran. Dia menjadi sangat terkejut saat melihat pantulan wajahnya sangat berbeda. Dia melihat seorang gadis yang cantik dan ramah. Kini gadis itu telah berubah menjadi gadis yang murah senyum dan ramah. Tanaman yang semua layu juga kini telah mengeluarkan bunganya.

Tersenyum mampu mengubah banyak hal. Keramahan yang tersirat dari sebuah senyum mampu “menyuburkan” hati seseorang. Hati yang keras pun akan melunak. Saat kita mampu untuk tersenyum dengan tulus, maka kita akan mampu juga untuk bersyukur dalam segala hal.

Menjadi berkat bagi orang lain bukan hanya dengan memberi secara materi namun dengan sikap dan sifat kita yang ramah, sesungguhnya itu juga merupakan berkat bagi orang lain.

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.

Amsal 15:13

Tags:

No comments yet.

Leave a Reply