Berbuah

Berbuah

Pagi itu ada seorang petani sedang berjalan menuju ke sawah dengan anaknya. siang itu matahari sangat terik sehingga anaknya meminta untuk mengistirahatkan diri sejenak. Lalu tiba-tiba sang anak bertanya kepada ayahnya yang seorang petani itu.

Anak : Ayah, kemana kita akan pergi?

Ayah : Kita akan ke sawah nak. Tidak kah kau lihat bibit dan cangkul di sebelahmu itu?

Anak : Setelah bibit itu ditanam, kapan kita akan menuai hasilnya? Besokkah?

Ayah : Tidak semuah itu nak. Ayah harus mencangkul untuk menggemburkan tanah, mengairinya lalu barulah benih itu dapat di tanam. Setelah melalui banyak proses perawatan dan memakan waktu selama berbulan-bulan, barulah masa tuai itu tiba.

Anak : Ayah hanya akan menanam sekantong benih ini saja? Tidak kah kurang?

Ayah : Sekantong bibit ini setara dengan puluhan kantong besar yang berisi beras nak. Seperti orang-orang di seberang sana yang kesusahab memikul kantong-kantong beras itu pada punggungnya.

Anak : Kenapa harus begitu yah?

Ayah : Sejatinya, menuai itu lebih membutuhkan banyak kerja keras dari pada menanam. Namun, hasil yang akan kita nikmati akan menutupi rasa lelah kita.

Ya, seperti cuplikan cerita di atas tentang seorang petani dan anaknya yang membicarakan tentang masa penuaian. Allah telah menanamkan kepada kita banyak talenta dan potensi. Bebrbuah atau tidaknya semua talenta itu tergantung bagaimana cara kita menumbuhkannya.

Saat kita mampu menumbuhkannya dengan baik, maka kita akan menghasilkan buah sehingga suatu saat akan memetik buahnya. Namun apabila kita bermalas-malasan saja, maka sampai tua pun kita tidak akan pernah menghasilkan apapun jua.

Kerjakan apa yang mampu kita kerjakan saat ini. Lakukan yang terbaik saat ini dan jangan pernah mengkuatirkan esok hari yang belum tiba. Jangan fokus juga terhadap masa lalu karena masa lalu tak mampu mengubah apapun. Fokuslah pada hari ini dan muliakanlah Tuhan sekarang juga.

Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.

Ulangan 30:11

Tags:

No comments yet.

Leave a Reply