Archive | Renungan RSS feed for this section

Menendang Bola

Doni pulang ke rumah dengan wajah lesu. Dia sangat kecewa dengan perlakuan teman-temannya. Doni baru saja dikeluarkan dari tim sepak bola di sekolahnya karena dirinya tidak mempunyai kemampuan yang bagus untuk menendang bola. “Kenapa kau bersedih, Doni?” “Aku tak bisa mengikuti lomba sepak bola, Yah. Mereka berkata bahwa aku tak bisa menendang bola dengan baik, […]

Leave a comment Continue Reading →

Pohon Jeruk yang Penuh Kasih

Alan sudah tidak mempunyai orang tua lagi. Dia diasuh oleh neneknya. Alan hanya menghabiskan waktu untuk bermain di bawah pohon jeruk. Jika di rasa sudah bosan, maka Alan akan memanjatnya dan memakan buah-buah jeruk itu. Suatu hari Alan bercerita bahwa dia ingin sekali membeli sebuah buku namun ia tak memiliki uang. Pohon jeruk berkata kepada […]

Leave a comment Continue Reading →

Tetap Seekor Nyamuk

Ada seekor nyamuk yang selalu ketakutan ketika bertemu dengan cicak. Nyamuk tidak ingin mengalami hal yang sama seperti teman-temannya, dimana cicak itu telah membunuh temannya. Nyamukpun memohon agar dirinya bisa berubah menjadi seekor cicak. Saat menjadi sesekor cicak, dirinya masih tetap sja ketakutan karena ada hewan lain yang juga ingin memakannya. Akhirnya dia memohon untuk […]

Leave a comment Continue Reading →

Bejana Tanah Liat dan Bejana Emas

Lima hari lagi, raja akan mengadakan sebuah pesta. Raja itu menyiapkan anggur-anggur terbaik dan menyimpannya dalan bejana tanah liat. Suatu malam, bejana-bejana emas merasa iri bahwa raja lebih memilih bejana tanah liat yang sangat buruk. “Hai, bejana tanah liat. Dirimu begitu buruk dan kau tak layak untuk melayani para raja di pestanya nanti. Tuangkan anggur-anggur […]

Leave a comment Continue Reading →

Lakukan dengan Kelembutan

Di sebuah hutan ada lomba yang boleh diikuti oleh seluruh penghuni hutan. Tibalah giliran si kayu untuk melawan air. Kedua dituntut untuk bisa melewati semak belukar dan juga dinding batu. Si kayu yang merasa kuat mulai mencoba melewati semak belukar dengan cara menginjak-injak semak itu dan si kayu lolos melewati semak belukar dengan sedikit terluka. […]

Leave a comment Continue Reading →

Sepatu Besi

Pagi itu, Tuhan mengganti sepatuku dengan sepatu besi. Awalnya aku protes, karena dengan sepatu besi aku tidak akan bisa berlari. Tapi hari ini menjadi hari yang menyakitkan. Semakin aku memaksakan diriku untuk berlari, maka kakiku akan terluka, tak heran jika aku memaki. Akupun menyerah. Aku berjalan dengan sangat pelan dan sesekali aku mengistirahatkan kakiku untuk […]

2 Comments Continue Reading →

Mengapa Terluka?

Ada seorang anak kecil yang ingin pergi ke alik bukit untuk melihat keindahan danau. Sang ayah sudah memberi peringatan bahwa untuk bisa pergi melihat danau harus melewati jalan-jalan yang susah, namun anaknya tidak pernah mendengarkannya. Pada akhirnya, ayah menemani anaknya untuk pergi. Tiba-tiba hujan turun. Dengan berteduh di bawah pohon, anak itu dipeluk oleh ayahnya. […]

Leave a comment Continue Reading →

Sekotak Cinta

Hari ini Mia memberikan sebuah hadiah yang sangat indah kepada ayahnya. Sang ayah begitu terkejut dan heran karena anaknya dapat memberikan hadiah yang mahal. Ayahnyapun bertanya kepada Mia tentang uang yang Mia pakai untuk membeli hadiah. “Mia, apakah kau meminta uang kepada ibu untuk membeli hadiah ini?” “Tidak, ayah.” “Lalu dari mana kau mendapatkan uang […]

Leave a comment Continue Reading →

Bukan dengan Kekuatan

Banyak orang yang membanggakan kekuatannya. Seperti altet angkat besi yang selalu membanggakan otot-ototnya. Apakah saat kita berada di dunia dan menghadapi berbagai macam tantangan dengan membanggakan kekuatan diri sendiri? Kekuatan manusia itu ada batasnya, terlebih lagi ketika kita menghadapai berbagai macam hal-hal yang mustahil. Seperti Daud melawan Goliat, dimana Goliat dengan segala kekuatan yang dia […]

Leave a comment Continue Reading →

Kau Tetap Anakku

Dulu sewaktu masih ada ibu, aku selalu dimanja. Aku memang lebih dekat dengan ibu karena bagiku ayah terlihat galak. Ayah memang tak pernah memukul atau memarahiku, tapi tetap saja aku merasa takut. Setelah umurku mencapai 5 tahun, ibu meninggal. Aku terpukul. Aku menjadi anak pendiam setelahnya. Setiap pagi aku melihat ayah selalu menyiapkan sarapan dan […]

Leave a comment Continue Reading →