Diberkati untuk Menjadi Berkat

Diberkati untuk Menjadi Berkat – Saya ingin membagikan pengalaman hidup saya ketika mengalami satu titik jenuh dalam menulis. Saya bukanlah orang yang memiliki banyak pengalaman dalam menulis. Bisa dikatakan saya hanya bermodalkan nekat saja ketika menerima tawaran dari salah seorang teman untuk menjadi penulis renungan di redaksi Renungan Harian Kristen ini. Memang dulu saya pernah menjadi seorang redaksi di salah satu buletin gereja, saja juga beberapa kali menulis artikel di sana. Cuma yang jadi masalahnya adalah, buletin tersebut terbit 1 bulan sekali dan redaksinya ada puluhan, sedangkan RHK harus update setiap hari dan pengurusnya hanya 3 orang saja. Bisa dibayangkan kenekatan saya? Yang dulunya hanya menulis 1 bulan sekali sekarang menjadi 1 bulan 30 kali. Sering saya merasa jenuh, setiap hari harus menyiapkan sebuah renungan. Sempai pernah terbesit keinginan untuk berhenti saja, karena saya pikir ini berada di luar batas kemampuan saya. Kemudian Tuhan ingatkan saya dengan sebuah ayat:

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Roma 12 : 11

Dari ayat tersebut kembali saya diingatkan tentang pelayanan. Kenapa dulu saya mau ambil bagian dalam pelayanan di RHK ini? Apa alasan saya melayani di RHK? Saya melayani karena Tuhan, Dia telah memberikan saya talenta dalam menulis dan melalui RHK ini saya ingin mengembalikan talenta yang Tuhan beri untuk memberkati orang lain. Jadi prinsipnya sederhana, diberkati untuk menjadi berkat. Saya ingin dipakai Tuhan untuk menjadi saksiNya, tapi kadang kala saya bingung, saya bukanlah tipe orang yang suka ngomong apalagi berkotbah, maka dari itu saya senang ketika ada teman mengajak saya perpelayanan melalui tulisan.

Saya ingin menjadi hamba yang baik seperti dalam Perumpamaan Tentang Talenta di Matius 25:14-30. Saya ingin mengembangkan talenta yang Tuhan beri, saya tidak ingin menguburkannya, karena saya setiap orang percaya telah diberkati dengan karunia yang berbeda-beda menurut kemampuannya. “Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya.” (Matius 25 : 15).  Begitu juga dengan saya, Tuhan telah memberikan kepada saya talenta untuk menulis, maka tidak selayaknya saya berpikir untuk undur dari pelayanan ini. Bahkan sebaliknya, melalui Renungan Harian Kristen ini saya dapat melipat gandakan talenta yang Tuhan beri, saya dapat terus dan terus belajar agar talenta saya tidak kembali diambil olehNya.

“Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Matius 25 : 28 – 29)

Sedikit yang bisa saya bagikan kepada saudara semua, semoga bisa menjadi berkat bagi kita dan kembali memberikan semangat melayani bagi mereka yang sedang mengalami titik jenuh seperti saya. Intinya adalah, ingatlah siapa yang memberikan kalian talenta untuk melayani. Kembalikan yang terbaik kepadaNya karena Dia juga telah memberikan yang terbaik untuk kita. Diberkati untuk menjadi berkat.

***

Silahkan kunjungi Renungan Harian Kristen untuk mendapatkan update renungan rohani setiap hari dan baca juga tentang Jangan Tunda Lagi.

Tags: ,

No comments yet.

Leave a Reply