Dori Yang Setia

Dori yang setia
Dori yang setia

Nenekku memiliki seekor anjing yang diberi nama Dori. Dori dipelihara oleh nenek ku sejak usiannya masih beberapa minggu. Dori sangat setia kepada nenekku jika ia mehhat ada orang asing yang tidak ia kenal berusaha mendekati nenekku, ia akan menggonggong marah. jika ada orang mencurigakan, Dori tidak segan-segan menggigitnya. Semua itu ia lakukan untuk melindungi nenek. Ketika nenekku pulang ke rumah setelah berpergian, Dori sangat bahagia dan membawakan  “hadiah” berupa barang apa pun yang pertama kali dia lihat dengan cara menggigitnya dan memberikannya kepada nenekku. Tingkahnya yang lucu membuat kami tertawa, karena Dori terkadang membawakan sandal atau sikat toilet untuk nenekku. Kami semua sayang kepadanya, dan Dori sendiri terlihat begitu menyayangi nenekku. Ke mana pun nenek pergi. Dori akan selalu mengikuti dan tidak pernah berdiam diri. Dahulu rumahku memiliki 5 tingkat, dan di tingkat 4 terdapat taman kecil yang dibuat oleh paman dan nenekku. Ketika nenekku sedang mengurus taman, biasanya Dori selalu menemani dan bermain-main di sana. Di taman itu juga biasanya paman atau nenekku memandikan Dori. terlihat dari ekspresi dan tingkah lakunya, Dori sangat bahagia hanya dengan hidup mengabdikan diri kepada nenekku.

Semua itu begitu indah bagi Dori sampai ketika nenekku mengalami sakit komplikasi yang parah. Sering kali nenekku harus menginap begitu lama di rumah sakit. Ketika pulang dari rumah sakit, nenek hanya bisa terbaring lemah. Dalam kesedihan, Dori tetap membawakan “hadiah” bagi nenek yang baru pulang dari rumah sakit. Ekornya dikibaskan dengan kuat, berharap nenek mengambil barang di mulut Dori seperti biasa, namun nenek tidak bisa lagi. Untuk berjalan saja nenek harus ditopang paman dan ayahku. Tidak ada lagi pengalaman naik ke tingkat 4 dan bermain-main di taman bagi Dori. Kini ia hanya berbaring di sisi tempat tidur nenek dan jarang keluar dari kamar nenek. Dori tidak seaktif dahulu lagi, terlihat sekali kesedihan yang ia alami. Akhirnya nenek meninggal di rumah sakit. Dori tidak pernah lagi melihat nenek pulang ke rumah. Dori sudah berusia 14 tahun ketika nenek rneninggal. Matanya sudah menjadi rabun dan tubuhnya juga semakin lemah. Setiap hari ia habiskan dengan berbaring di bawah kolong ranjang nenek, menunggunya dengan setia, Akhirnya dua bulan setelah nenek meninggal, Dori pun menghembuskan napas terakhirnya hatiku sangat sedih melihat kenyataan tersebut, bagaimana sampai mati pun Dori tetap setia kepada nenekku. Kini kenangan akan mereka berdua selalu tersimpan di dalant hatiku.

Kesetiaan adalah nilai hidup yang sangat berharga yang Tuhan ajarkan kepada kita. Tuhan sangat setia kepada kita, selalu ada untuk kita dan menepati janjiNya. Karena itu, marilah kita juga belajar hidup setia kepada Tuhan dengan keyakinan dan iman penuh, bahkan sampai mati. Ingatlah janji yang Tuhan berikan kepada kita yang setia, yaitu mahkota kehidupan!

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” ( 1 Korintus 10 :13)

Comments

comments

8 thoughts on “Dori Yang Setia

  1. Ciptaan Tuhan saja bisa berlaku setia…apalagi Sang Penciptanya.thanks Lord Jesus

  2. Tuhan Yesus ..tolong saya ingat kasihMUagarsayadapat melakukan FirmanMU agar disepanjang umur yg KAU berikan aku dinyatakan setia.amin

  3. Aminnn… Smoga kita menjalankan kehidupan ini penuh dengan kesetiiaan seperti yg Yesus ajarkan, Tuhan beserta kita

  4. Renungan yg memberkati. kalau Dori seekor anjing begitu setia pada Tuannya apakah kita sehingga kita tisak setia pada Tuhan kita???

  5. Kesetiaan memang perlu pengorbanan & ketulusan, tapi ada hadiah menanti bagi yang setia. Dan kesaksian kesetiaan membawa berkat bagi kita dan banyak orang.
    Kuatkan kami untuk tetap setia ya Allah

  6. Amin… amin… amin.
    Tuhan Jesus sangat setia tanpa kita sadari maupun sadari. Kasihnya melampaui segala pencobaan dan penderitaan yang kita alami. Terpujilah Dia yang Agung, dari sekarang sampai selama-lamanya.

  7. Mohon ijin untuk saya mengcopy renungan dari web ini tanpa mengedit judul maupun isi renungan min..
    page difb saya HKBP Tomuan.
    Terima kasih , Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *