Hal Kekuatiran

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Filipi 4 : 6

Hal kekuatiran – Belajar untuk menjadi pelaku firman ternyata bukanlah suatu hal yang mudah. Kita sudah sering mendengar firman , “jangan kuatir” tapi apa yang terjadi? Betapa seringnya kita merasakan kuatir. Bukan hanya jemaat saja yang pernah merasakan kuatir, bahkan hamba Tuhan pun pasti pernah merasakan kuatir.

“Kuatir itu manusiawi, semua pasti pernah merasakannya”, jawaban ini sering digunakan manusia sebagai tameng ketika mereka sedang kawatir. Iya, memang kita manusia lemah dan berdosa, tapi jangan gunakan itu sebagai alasan. Ingat, Tuhan pernah mengatakan di Matius 6 : 25, “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”

Ada sebuah kesaksian dari seorang teman.

Suatu pagi tinggal uang Rp 5000,- yang ada di dompet. Saat itu saya merasa sedikit kawatir, karena seingat saya bensin motor saya juga sedang habis. Tidak akan cukup bensin itu saya gunakan untuk pergi ke kantor, karena jarak rumah kantor cukup jauh. Andaikan uang tersebut saya gunakan untuk membeli bensin, saya sama sekali tidak pegang uang. Begaimana dengan makan siang saya, atau kalo tiba-tiba ada keperluan mendesak lain. Tapi saya diingatkan dengan sebuah lagu, sekolah minggu Burung Pipit yang Kecil. Burung pipit yang kecil saya dipelihara Tuhan, apalagi diriku. Akhirnya saya mengimani dan mulai melangkah dalam inam. Dan benar, setiap langkah saya mulai diatur oleh Tuhan. Ketika kaki saya melangkah keluar rumah tiba-tiba saja bapak memberi saya uang Rp 50.000,- katanya, “Ini buat beli bensin, kemaren bapak pinjam motormu dan belum sempat membelikannya. Kamu beli sendiri saja ya.” Saat itu saya benar-benar terkejut karena jarang sekali bapak saya memberi saya uang seperti ini. Saya percaya ini adalah pekerjaan Allah. Dalam perjalanan menuju kantor tak henti-hentinya saya mengucap syukur. Singkat cerita, ketika jam makan siang tiba-tiba ada temen saya yang mengajak makan di luar. Puji Tuhan, makan pun gratis. Dan sebelum pulang kantor ada teman saya yang membayar hutang kepada saya. Padahal hutangnya sudah cukup lama, saya tidak menyangka dia akan membayar hutangnya hari itu juga. Luar biasa Tuhan kita, Dia tidak hanya mencukupi kebutuhanku hari ini tapi kebutuhanku beberapa hari.

Jadi buat apa kita kuatir? Kekawatiran hanya membuang-buang tenaga dan pikiran kita saja. Tuhan tidak pernah berdusta dengan janjiNya. Ketika kita berani melangkah untuk melakukan firmanNya maka kita pasti akan melihat pertolongan dan mujizatNya. Mulailah belajar untuk melangkah dengan iman karena ketika kita berani melangkah sekalipun menghadapi tantangan, kita pasti akan tercengang dengan perbuatanNya.

Ketika kita mulai belajar melangkah dalam iman, dijamin tidak akan ada lagi yang namanya kekuatiran.

by: Renungan Harian Kristen

Tags: , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply