Iman

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak 2 : 17)

“Percaya sih… tapi…”

Pernah dengar kata-kata di atas? Saya yakin smua pernah mendengarkan seseorang mengatakan kalimat tersebut. Atau mungkin malah anda sendiri yang pernah mengatakannya? Hehe, coba jujur.. Saya akui, saya juga pernah mengatakannya, bahkan cukup sering. Bilangnya percaya tapi masih menggunakan kata “tapi” dibelakangnya. Yang mananya percaya seharusnya nggak ada lagi kata “tapi”. Kalo masih menggunakan “tapi” itu berarti kita nggak percaya. Iman kita kepada Tuhan tidak dapat ditawar lagi dengan yang namanya “tapi”.

Abraham, bapa orang percaya, sudah memberikan teladan iman kepada kita. Waktu Tuhan menyuruhnya mempersembahkan anak kesayangannya, apa yang Abraham lakukan? Alkitab mencatat bahwa Dia langsung melakukan perintah Tuhan itu. Tidak pernah sekalipun Abraham mencoba untuk melakukan tawar-menawar dengan Tuhan. Melainkan Abraham langsung berangkat dan mempersembahkan Ishak untuk Tuhan. Itu semua terjadi karena Abraham punya iman sama Tuhan, dia percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah salah memberikan perintah.

Bagaimana dengan kita sekarang? Sudahkah kita memiliki iman seperti Abraham? Hidup ini memang penuh perjuangan kawan! Kita perlu iman yang kuat untuk mengarungi kehidupan yang keras ini. Iman tidak hanya sekedar kata-kata, tapi iman membutuhkan sebuah bukti tindakan kita terhadap setiap hidup kita. Iman adalah tindakan nyata, pijakan kaki yang kuat.

Jadi kalo kita beriman, tidak ada alasan untuk kuatir, takut, menyesali masa lalu, terpuruk dalam kegagalan. Percaya bahwa semua yang kita alami dapat menjadi indah di tangan Tuhan. Apa yang kita butuhkan, telah disediakan oleh Tuhan. Mulai sekarang, berjalanlah dengan iman dan jangan hanya berkata-kata iman tapi bertindak dalam iman.

 

by: Renungan Harian Kristen

Tags: Iman

Tags:

No comments yet.

Leave a Reply