Kekayaan yang Sejati

Kekayaan yang Sejati – Bagaimana kita mengukur kekayaan kita? Apakah dengan cara menghitung seluruh aset yang kita miliki? Apakah dengan menghitung jumlah barang yang kita miliki? Apakah dengan menghitung penghasilan kita tiap bulan? Ataukah dengan menghitung seluruh harta benda yang kita miliki? Jika kekayaan hanya diukur melalui hal-hal itu saja, tentu kita semua adalah orang yang miskin, sebab kekayaan yang sejati adalah kepunyaan kita yang tidak dapat ditukarkan dengan uang dan yang dapat bertahan sampai kepada hidup yang kekal.

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,

Yohanes 6 : 27a

Dengan kata lain kita akan disebut kaya meskipun kekayaan kita tidak terwujud uang, aset, atau benda-benda yang lain. Sebab kita memiliki sesuatu yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan uang seperti rumah tangga yang harmonis, keluarga yang ideal, komunikasi dan hubungan yang akrab dengan keluarga, sahabat-sahabat terbaik, damai sejahtera, suka cita dan pengenalan akan Tuhan.

Sayangnya banyak orang yang terjebak mencari kekayaan yang semu seperti uang, materi, kedudukan dan hal-hal lain yang dibeli dengan uang. Sehingga untuk mendapatkan hal-hal itu mereka justru mengorbankan hubungannya rumah tangga, keluarga, komunikasi, bahkan mengorbankan hubungannya dengan Tuhan.

Melalui tulisan ini kita disadarkan bahwa kita harus mencari kekayaan sejati, bukan kekayaan yang semu. Dengan demikian kita justru memfokuskan diri untuk mendapatkan hal-hal yang tidak dapat dibeli dengan uang, tapi bagaimana kita membahagiakan keluarga. Cara pandang ini akan membuat kita berhasil dalam pekerjaan, pada saat yang sama akan membuat kita berhasil dalam keluarga. Kita boleh saja disibukkan oleh urusan pekerjaan, namun tetap saja kita memiliki waktu-waktu khusus untuk membangun komunikasi dan hubungan dengan Tuhan dan keluarga. Inilah pencarian kekayaan sejati yang perlu kita renungkan. Bagaimana dengan anda?

Silahkan kunjungi Renungan Harian Kristen untuk mendapatkan update renungan rohani setiap hari dan baca juga tentang Tuhanku Pelukis Hidup.

Tags:

No comments yet.

Leave a Reply