Komitmen dan Kesetiaan

komitmen dan kesetiaanKomitmen dan Kesetiaan – Perceraian bukanlah sesuatu yang tabu sekarang ini. Jika kita lihat berita-berita di TV, banyak sekali artis yang kawin cerai dengan mudahnya. Bahkan ada yang hanya dalam hitungan bulan usia pernikahan, mereka memutuskan untuk bercerai. Fenomena ini terjadi tidak hanya di kalangan artis saja, di lingkungan sekitar kita pun banyak yang melakukan perceraian. Sungguh memprihatinkan keadaan sekarang ini. Apalah artinya sebuah ikatan tanpa komitmen dan kesetiaan?

Ketika dua orang bertemu dan saling jatuh cinta lalu mengikat janji dalam sebuah pernikahan, maka keduanya juga perlu mengambil komitmen agar rumah tangganya tetap langgeng. Perceraian yang semakin marak terjadi disebabkan karena tidak adanya kesadaran akan sebuah komitmen dalam diri masing-masing. Komitmen adalah sebuah keputusan hati yang mau tetap setia sekalipun keadaannya tidak baik. Saat suka maupun duka, senang atau tidak. Komitmen itu lebih kuat dari sebuah janji. Komitmen lahir dari sikap hati dan tidak perlu diucapkan. Setiap kita pasti mempunyai komitmen dalam kehidupan kita, komitmen dalam hal apapun.

Demikian juga dengan hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Saat pertama kali kita memutuskan untuk percaya dan beriman kepada Yesus maka saat itulah kita perlu membuat sebuah komitmen dalam hati untuk tetap setia apapun yang terjadi. Kesetiaan menjadi faktor utama dalam sebuah komitmen. Jika kesetiaan kita mulai pudar, jika kasih mula-mula kita pada Kristus tidak kita jaga, jika hubungan pribadi kita dengan Kristus mulai lenyap, maka akan berakibat buruk bagi kita. Kita akan mengalami mati rohani dan lebih parahnya lagi kita dapat “bercerai” dengan Kristus. Banyak sekali yang menjual keselamatan yang sudah didapatnya hanya demi sesuatu hal duniawi, misal kedudukan, kekayaan atau pasangan hidup. Mereka menjual kehidupan kekal yang sudah mereka terima hanya untuk sebuah kenikmatan sesaat saja.

Sebagai anak-anak Tuhan, punyailah komitmen dan kesetiian untuk tidak meninggalkan Tuhan. karena di dalam menjalani kehidupan ini, kita tidak akan bisa berjalan sendiri. Pasti ada ketakutan, kekecewaan, ketidakpastian, keputusasaan, dll yang akan menjadi penghambat komitmen dan kesetiaan kita. Namun percayalah semua hal itu diijinkan Tuhan sebagai bagian dari proses pendewasaan diri. Komitmen dan kesetiaan itu membutuhkan ujian, sebab kita tidak akan mungkin bisa menjadi setia tanpa sebuah komitmen, demikian juga komitmen tidak akan terwujud tanpa sebuah ujian. Namun ketika saatnya tiba kita pasti akan mendapatkan buah dari komitmen dan kesetiaan kita.

Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Wahyu 2 : 10b

***

Silahkan kunjungi Renungan Harian Kristen untuk mendapatkan update renungan rohani setiap hari dan baca juga tentang Sang Sutradara Kehidupan.

Tags: , , , , ,

2 Responses to “Komitmen dan Kesetiaan”

  1. Selalu berkata jujur dan patnang menyerah, walaupun sering melakukan kesalahan tapi tak pernah malu untuk meminta maaf dan terus berusaha untuk bisa menjadi lebih baik.

    October 26, 2012 at 12:47 am Reply
  2. Hubungan dengan Tuhan setiap hari menjadikan hidup kita tenang, nyaman dan penuh sukacita. oleh karena itu betapa pentingnya renungan harian untuk pertumbuhan iman.

    February 20, 2013 at 5:03 pm Reply

Leave a Reply