Korek Api

Korek Api

Suatu ketika ada seorang anak kecil sedang bermain korek api tanpa sepengetahuan ibunya. Anak itu mengambil sebatang korek api lalu digesek-gesekkan pada kertas di samping bungkus korek tersebut. Tidak lama kemudian api keluar dari korek api itu. Si anak berteriak ketakutan dan memanggil ibunya. Setelah api padam, si ibu berujar “Makanya jangan bermain korek api secara sembarangan. Benda itu mudah terbakar.”

Dalam kehidupan ini, banyak saudara-saudara kita yang memiliki sifat seperti korek api. Saat mendapat tekanan atau berselisih paham dengan orang lain, maka langsung timbul amarah yang mengakibatkan pertengkaran.

Kepala korek api mudah terbakar karena tidak memiliki otak di dalamnya. Akan tetapi kita sebagai manusia diberi akal budi dan otak yang sehat untuk berpikir, sehingga saat kita mendapat tekanan/selisih paham maka kita tidak akan mudah “terbakar” karena kita memiliki pikiran Kristus.

Tuhan menghendaki bahwa kita harus mampu melihat berkat dalam segala situasi. Saat tekanan itu datang atau pada saat banyak orang sedang mengkrtitik kita, janganlah kita terbakar emosi melainkan jadikan kritikan itu sebagai cambuk dalam pembangunan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.

Ayub 5:17

Tags:

No comments yet.

Leave a Reply