Kupercaya Janji-Mu

Rabu, 20 Juni 2012

Niek - Syaloommm… Puji Tuhan kali ini saya kembali diijinkan untuk mengisi kolom kesaksian dan kiranya apa yang saya bagikan nanti bisa memberkati kita sekalian. Cerita ini bisa dikatakan sambungan dari postingan kesaksian saya mengenai Waktu Untuk Tuhan yang kemarin.

Kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai persiapan ujian seminar hasil TA saya. Setelah proses yang cukup berat yang saya alami akhirnya saya mendapatkan ACC dari kedua dosen pembimbing saya untuk melakukan seminar hasil. Tepatnya hari selasa saat saya mengkonsultasikan program yang saya buat, dosen pembimbing 1 tiba-tiba menyuruh untuk membuat artikel dan mendaftar seminar hasil keesokan harinya. Dengan penuh rasa syukur saya pulang ke rumah dan dengan semangat 45 mengerjakan artikel tersebut. Sambil mengerjakan saya menyusun rencana untuk keesokan harinya.

Rencana awal saya, hari rabu saya ingin datang sebelum jam 8.30 untuk konsultasi dengan dosen pembimbing 1 karena beliau jam 9.20 ada jadwal mengajar, dilanjutkan ke pembimbing 2. Setelah itu segera saya merevisi untuk mendaftar seminar hasil, kemudian mendapatkan dosen penguji, mencocokkan jadwal ke-3 dosen saya, mencari ruang dan LCD. Rencana yang sangat matang menurut saya.

Tibalah hari rabu dan saya brangkat ke kampus persis seperti yang telah direncanakan. Ternyata sesampainya di kampus dosen pembimbing 1 saya belum datang. Saya menunggu sambil posting  renungan di RHK, Indah Pada Waktunya. Sebenarnya renungan itu akan saya postingkan tadi malam, tapi ternyata terganjal oleh koneksi. Hehe.. Sebelum mengeposkannya saya membaca ulang tulisan tersebut, ada sebuah ayat yang saya tulis:

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.“ (Pengkhotbah 3 : 11)

Ayat yang cukup menguatkan saya ketika itu. Jujur saat itu saya benar-benar merasa tertekan, waktu saya untuk menyelesaikan TA tidak banyak, hanya sekitar 10 hari lagi, karena bulan Juli ke-2 dosen pembimbing saya ada tugas yang tidak dapat ditinggalkan. Jadi mau tidak mau saya harus menyelesaikannya di bulan Juni ini. Saya hanya dapat mengaminkan ayat tersebut. Saya merasa langkah saya semakin sulit, waktu sudah mepet tapi dosen tidak kunjung datang, di sms pun tak membalas.

Akhirnya setelah 4 jam menunggu tanpa sebuah kejelasan, datanglah pembimbing 1 saya ke ruangan dimana saya sedang menunggu. Antara kaget dan bingung, karena di sms tadi saya tidak mengatakan di mana saya menunggu. Tapi satu hal yang saya percaya, Tuhanlah yang menuntun kaki beliau untuk melangkah ke ruangan tersebut. Tapi ternyata belum usai penantian saya, beliau masih ada janji dengan orang lain, dan saya hanya diberi kunci untuk masuk ke ruangan beliau dan disuruh menunggu di sana. Huft, kembali menunggu.

Kurang lebih jam 2 akhirnya beliau datang dan meminta maaf karena kesibukan beliau. Dan dengan cepat beliau mengoreksi artikel saya. Saat itu sempat khawatir juga kalo-kalo dosen tempat mendaftar seminar hasil sudah pulang, atau dosen penguji yang diberikan dosen yang sibuk juga. Ketika menceritakan rencana awal saya dan kekhawatiran saya, pembimbing 1 saya hanya mengatakan, “Tidak perlu memaksakan mendaftar hari ini, sebaiknya nanti malam direvisi dan daftarnya besok saja.” Saya sempat syok mendengarnya, bisa-bisanya beliau dengan tenangnya mengatakan seperti itu. Dalam hati saya hanya berdoa dan mengimani janji Tuhan, semua akan indah pada waktunya.
Selesai ke pembimbing 1 saya langsung bawa ke pembimbing 2, puji Tuhan beliau sedang ada di ruangan. Setelah saya menyerahkan artikel, beliau langsung mengoreksinya. Ketika mengoreksi saya menyampaikan apa yang dikatakan pembimbing 1, dan beliau langsung dengan tegas mengatakan, “JANGAN!! Harus hari ini juga daftarnya.” Saya sangat bersyukur mendapatkan pembimbing 2 seperti beliau, beliau selalu tau apa yang harus saya kerjakan. Saya juga terkejut ketika melihat koreksian beliau, tidak hanya mencorat-coret saja tetapi juga setiap kalimat yang salah telah dibenarkannya. Wow.

Saya merasakan benar-benar indah pada waktunya. Di awal-awal memang sedikit menjengkelkan karena harus menunggu, tapi di akhir-akhir sangat luar biasa. Dia buat segala sesuatunya mudah. Singkat cerita selesai revisi saya langsung mendaftar dan mendapatkan dosen yang sangat baik. Ketika bertanya jadwal, beliau hanya bertanya, “Lha rencana kamu kapan, saya ngikut saja.” Dan ketika saya mengatakan hari jumat jam 1 beliau langsung mengatakan, “OK!”  sekali lagi, WOOOWWW… semudah itu mengatur jadwal ujian, begitu juga dengan ruangan dan LCDnya. Benar-benar indah pada waktunya.

Baca RENUNGAN HARIAN KRISTEN

Tags: , , , ,

2 Responses to “Kupercaya Janji-Mu”

  1. karter #

    thx ka’ kesaksiannya memberi kekuatan yg baru buat saya..

    btw,, bisa gak saya tanya” seputaran akademik..

    April 22, 2013 at 9:19 pm Reply
  2. Makino #

    Wow thanks ya, ini sangat menguatkan saya, saya punya masalah sedikit mirip, tp saya akan tetap percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan saya. Semoga kakak sukses terus :) Tuhan Berkati

    October 25, 2013 at 8:35 pm Reply

Leave a Reply