Rumah Tuhan (part. 2)

Rumah Tuhan

oleh : Freddy Sidaruk

Pernah aku ibadah di gereja modern karena di ajak teman. Wow, aku terpesona di dalam gereja itu seperti istana dengan komputerisasi yang canggih dan musik yang megah. Tapi mendadak aku kebingungan ketika terpisah dengan temanku, karena tempat duduk kami berbeda dan tiba-tiba aku seperti anak kecil yang kehilangan permennya. Untungnya aku gak nangis, apa jadinya kalau nangis! Mungkin akan ada seorang wanita cantik mendatangiku dan mendiamkanku serta berkata, “Cup-cup adik manis, kenapa menangis, mamaknya mana? Sini kakak peluk.

Kalian tahu sepanjang barisan tempat duduk ku itu ada yang janggal. Dari ujung ke ujung itu terlihat putih semua dan di tenggahnya ada bagian yang hitam. Mendadak teringat iklan pemutih yang di tengah kain putih ada noda hitam, dan kalian tahu noda hitam itu, that’s  me! karena tempat yang kududuki saat itu mayoritas keturunan China.

Tapi ku nikmati saja ibadahnya, tahukah kawan, tersentuh ketika ku dengar seorang pembicara sharing tentang Firman, Beliau membahas tentang apa yang berkenan di mata Tuhan. Ada kutipan yang membuatku tersentuh “Tuhan gak butuh persembahan-Mu, Tuhan kita kaya tapi pekerjaan Tuhanlah yang butuh dana,” tiba-tiba Beliau menunjuk Worship Leader dan mengatakan “Belum tentu WL yang bilang, ayo beri persembahan yang terbaik untuk-Nya. Mendadak semua diam, pikirku sambil mengerutkan jidat, dan ada tanda tanya di kepalaku, atau sekelompok bebek terbang mengitari kepalaku, “Bapak ini frontal banget ngomongnya, tapi iya juga sich,” Beliau kembali meneruskan pembicaraannya, “Pernah juga saya melayani di salah satu kota dan gembalanya bertanya kepada jemaatnya siapa yang belum memberi perpuluhan, tiba-tiba ada yang angkat tangan dan berkata -saya belum pak-,” tiba-tiba penghakiman terjadi “Pencuri kau ya, mencuri uang Tuhan,” Tuhan Yesus saja tidak bilang begitu dengan si pemungut cukai.

Menghakimi seperti ada pelabelan, dan bapak itu terus melanjutkan “Ada lagi seorang penjudi atau pemabuk yang menjadi anggota sebuah gereja, rindu ingin beribadah, waktu beribadah banyak orang membicarakannya something make distance, giving label that you are sinner, look Jesus don’t like that when the bitch came and washing His foot Jesus not forbid, all disciples forbid.” Wow, saat aku dengar hal itu aku tersentuh ternyata Beliau itu tidak asal ngomong, Beliau pernah melayani di Spanyol, Afrika, dan China dan banyak pengalamannya bersama Yesus. Info ini aku dapat dari seorang teman yang mengajakku, karena gereja ini memiliki beberapa kali ibadah dan satu hari itu, Beliau menjadi pembicara tamunya, dan ada satu hal yang make me strong, Beliau pernah dipenjarakan selama beberapa hari di ruang bawah tanah di China karena pada waktu itu terjadi pembantaian besar-besaran terhadap orang Kristen dan beliau tertangkap dan selama di dalam penjara beliau hanya mengucap syukur karena dapat menderita layaknya Paulus yang disiksa karena Yesus, dan perawakan Beliau sangat sederhana dan lagi temanku bercerita bahwa saat Beliau melayani di Ambon dan 3 pendetanya terbunuh dan dia berhasil lolos. Wow, cool story I thought.

Di akhir ibadah mendadak ada air yang turun dari kelopak mataku karena mendengar semua khotbah Beliau, pikirku “Apa hujan, kulihat ke atas atap yang menjulang, gak ada yang bocor kok,  apa ini pembuangan air AC-nya? Tapi kulihat AC-nya di pinggir dan aku duduk di tengah.” Aku baru sadar, “Hey, goblok! itu air matamu sendiri.

Wow Jesus, saat ini masih ada orang seperti Beliau who priority You while people just cry and complain why this and this! Tahu tidak teman, tiba-tiba ada suara meraung-raung “Bapa, aku minta ampun, ampun Bapa..” kata itu berulang kali disusul satu dengan yang lain selang beberapa menit semua orang pun meraung-raung. Andai aku punya handphone yang didukung dengan kamera beribu-ribu pixel akan kurekam kejadian ini dan di akhir rekaman aku rekam diriku sendiri karena aku juga ikut tersentuh dan besoknya di kampus akan aku upload ke youtube dan aku beri judul “Keajaiban Dunia ke-8” dengan deskripsinya di akhir video ini ada lelaki dewasa yang tersentuh mendengar khotbah pembicara  namanya Freddy Sidaruk juga dia yang merekam kejadian ini dengan HP super canggih. Dengan hitungan bulan mungkin aku akan direkrut oleh perusahaan handphone yang super duper canggih dan pasti akan jadi bintang iklannya.

Wow, sampai saat ini, hal itu selalu kuingat ketika memberi persembahan, worship Him, tidak ada lagi penghakimanku terhadap saudara, temanku yang aneh-aneh, seperti teman baikku dari SMA, Leo namanya, aku selalu menyimpan pertanyaan “Bro, kumismu kok gak dipotong-potong kayak semut tentara yang lagi latihan baris-berbaris,” atau dosenku Pak Didik, Bu Ani yang kasih pelajaran super-super, tanpa butuh lama, pasti kalian akan tertidur mendengar dongennya, walaupun kuliah dimulai jam 7.30 yang harusnya segar, because of what “it’s so boring just sit down, nothing special, nothing atractive.” Buat bapak dan ibu, sepertinya perlu belajar dengan Sule atau Andre biar lebih menarik. Dan juga beberapa wanita yang jadi adik tingkatku yang aktif pelayanan di fakultas, selalu berpikir tentang mereka “Ini orang ribet, memberi pembatasan, memberi pelabelan, mungkin karena aku jarang ngobrol karena setiap aku lewat dan anak-anak Kristen fakultasku  lagi ngumpul aku gak tegor mereka.

Kisah sebelumnya di Rumah Tuhan (part. 1)

Tags:

4 Responses to “Rumah Tuhan (part. 2)”

  1. admin #

    berbicara tentang sebuah penghakiman, hakim yang Agung itu hanyalah Yesus. Yesuslah yang berhak menghakimi apakah seseorang itu berdosa atau tidak dalam hal memberi persembahan karena kita tidak tahu apa yang terjadi dalam setiap pribadi orang lain.

    terima kasih buat kiriman artikelnya.

    Tuhan Yesus memberkati.
    GBU

    April 4, 2013 at 12:52 pm Reply
  2. Jendanina Purba #

    Apa yg dituduhkan ke gereja tradisi itu sangatlah melukai perasaan apalagi dikatakan masuk aliran sesat, saya tidak mengerti ketika seorang atau sekelompok mendiskritkan yang lain tentu ada maksud penting yang ingin disampaikan, tetapi tidak berani langsung memberitahukaanya /pengecut. Sifat seperti inj sangat dibenci oleh Tuhan, jadi apa artinya penyerahan, pengangkatan, persembahan, pemulihan dan penyertaan, bukankah itu semua menjadi tidak berarti, marilah soudara/i lakukanlah apa yg baik dimata Tuhan yakinilah hidup pasti indah jika selalu jadi pelayan yg bersih tanpa ada motif lain yg membuat pelayanan itu senditi jadi kebablasan. Amin

    April 6, 2013 at 4:20 am Reply
    • admin #

      yup.. betul sekali Jendanina.

      GBU :)

      April 6, 2013 at 1:22 pm Reply
  3. maria #

    saya jd bertanya2x…apa jadinya ya klo suatu saat nanti gereja cuma ada 1 aja didunia
    ini..apakah tetep ga mau beribadah karena gerejanya bukan gereja seperti biasanya??? .. TUHAN YESUS aja ga menghakimi.. tetapi kenapa kita yg katanya anak TUHAN YESUS tidak mau mengikuti TUHAN ya??? .. bagi saya mau model, merk atau apapunlah nama gereja ya sama aja..asalkan ajarannya berdasarkan ajaran TUHAN YESUS..

    May 3, 2013 at 4:01 pm Reply

Leave a Reply