Sebuah Pengorbanan

Sebuah Pengorbanan

Semalam saya membaca sebuah buku yang mengisahkan anak-anak kecil di tempat penampungan. Pada saat itu adalah masa-masa peperangan sehingga banyak anak-anak kecil yang terluka.

Salah satu diantara mereka terluka dan segera membutuhkan donor darah secara cepat. Dokter yang menangani adalah orang asing sehingga mengalami kesulitan dalam hal komunikasi. Dokter hanya menggunakan bahasa isyarat bahwa dirinya sedang membutuhkan darah untuk menolong nyawa seorang anak.

Beberapa diantara anak-anak kecil itu hanya terdiam. Tidak ada satu pun yang mengacungkan jari. Sampai pada akhirnya salah satu diantaranya bersedia untuk diambil darahnya. Anak kecil itu menangis setiap kali dokter mengambil darahnya. Tangisnya semakin pecah saat dokter memasukkan kembali jarum dan mengambil darahnya.

Kebetulan ada seorang ibu yang dapat berbahasa asing dan menanyai mengapa anak kecil itu menangis. Ibu itu pun terkejut setelah mendengar jawaban dari anak itu.

Ibu: Nak, mengapa kau menangis?

Anak kecil: Dokter telah mengambil darah saya Bu, dan sebentar saya akan mati.

Rupanya anak kecil itu mengira bahwa dokter meminta dirinya untuk menyerahkan seluruh darahnya untuk menolong anak yang kritis. Dan setelah darahnya diambil, dia beranggapan bahwa dirinya akan mati. Ibu dan dokter pun tertegun, kemudian melontarkan pertanyaan:

Ibu: Mengapa kau bersedia mengorbankan dirimu?

Anak kecil: Karena dia sahabat saya.

Seorang anak kecil pun mengetahui apa arti sebuah pengorbanan. Ia rela memberikan nyawanya untuk seorang sahabatnya. Seperti halnya dengan Yesus yang telah rela menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus dosa setiap manusia.

Lantas, apa yang sudah kita berikan bagi Yesus? Sudahkah kita memberikan seluruh hidup kita untuk kemuliaan Yesus? Masihkah kita perhitungan dalam memberikan perpuluhan atau memberi sesama kita? Ingatlah bahwa hidup kita ini ada di tangan Tuhan.

persembahan

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Maleakhi 3:10

Tags:

6 Responses to “Sebuah Pengorbanan”

  1. yekti rahardian #

    Saya dulu gak mau kasih perpuluhan, gede jumlahnya nurut saya di tambah saya masih punya hutang sehingga gaji tetep gak cukup….. Tapi ketika saya mulai taat kembalikan perpuluhan memang gak langsung Tuhan ganti, tapi caranya ajaib untuk melepaskan saya dari semua hutang2 saya.bahkan banyak berkat gak terduga yang saya dapatkan….

    February 27, 2013 at 12:31 pm Reply
    • admin #

      amin… :)

      March 1, 2013 at 4:34 pm Reply
  2. yekti rahardian #

    saran saya untuk saudara2 yang belum kembaliin perpuluhan, kembaliin aja….. ikut Tuhan Yesus nurut aja gak usah pikir2 atau itung2an lagi….. karena Tuhan akan siapkan segala keperluan kita tanpa kita sangka2……. Haleluya……

    February 27, 2013 at 12:33 pm Reply
    • admin #

      ya benar sekali itu…

      March 1, 2013 at 4:35 pm Reply
  3. agus #

    renungan yg luar biasa,ak mnangkap makna lain dr renungan ini.dmna saat in ak hrs brkorban menerima n mngampuni calon istriku yg mlakukan ksalahan trbesar yg sjak dl ak benci,,sungguh luar biasa..tuhan tlah mngampuni kita n brkorban hati,prasaan,jiwa,sgalanya utk kita
    Siapkah kita jg meneladani karunia yesus itu?’berkorban’

    February 28, 2013 at 12:31 am Reply
    • admin #

      saat kita berhasil mengampuni, maka kita sesungguhnya adalah pemenang.

      March 1, 2013 at 4:36 pm Reply

Leave a Reply