Kita tentu masih ingat tentang cerita Nuh yang hidup selama ratusan tahun di dalam bahtera karena adanya air bah yang datangnya dari Tuhan. Nuh selalu mentaati apa yang Tuhan perintahkan dalam hidupnya. Nuh membuat bahtera dan tinggal di dalamnya sampai air yang memenuhi bumi itu surut.
Hendaklah kita hidup taat seperti Nuh karena Tuhan selalu memberikan kekuatan di dalam setiap penantian kita. Kita harus bisa percaya sepenuhnya kepada Tuhan bahwa pengharapan dalam setiap penantian pasti ada batas akhirnya.
Terkadang kita ingin mendapatkan segala sesuatu secara instan. Rasa tidak sabar akan menguasai hati kita sehingga kita berubah menjadi manusia yang egois. Pada kondisi tertentu, Tuhan memang menggerakkan pertolongannya dengan sangat pelan. Hal ini karena Tuhan ingin agar kita semakin melekat pada-Nya dalam kesetiaan dan selalu mengandalkan-Nya.
Seperti kisah Nuh, air bah itu pada akhirnya akan berkurang. Hal itu merupakan cara Tuhan untuk menunjukkan bahwa segala penantian selalu ada batas akhirnya. Sama halnya dengan harapan-harapan kita, suatu saat kita akan mencapai garis finis dan mendapatkan diri kita diberkati secara luar biasa.
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
2 Timotius 4:7










Maka dari itu Tuhan Memberikan hadiah bakat ttnnaeg diri kita maka sebaliknya kita harus memproduksi bakat kita agar Tuhan ikut bangga akan hadiah bakat kita