Tentang Kematian

Tentang Kematian

Hal yang paling takut dibicarakan oleh banyak orang adalah tentang kematian. Ada yang tidak ingin kehilangan oleh salah satu anggota keluarganya, ada yang tidak ingin kehilangan sahabat/teman terkasih dan ada juga yang tidak ingin kehilangan binatang peliharaan.

Namun yang paling menjadi momok adalah kematian diri sendiri. Ada orang yang merasa belum siap untuk mati, mungkin karena banyak beban atau tanggungan hidupnya di dunia. Tentang harta, anak-anak, atau pun jabatan di suatu pekerjaan.

Hari Minggu kemarin ada sebuah kecelakaan di dekat gereja. Seorang pengendara motor tewas ketika hendak mendahului sebuah bus, sedangkan dari arah berlawanan ada mobil dengan laju kencang. Si pengendara motor ada di antara bus dan mobil, saat hilang keseimbanganlah kecelakaan itu terjadi.

Saya mau sedikit bersaksi bahwa dulu sekitar 6 tahun silam, saya pernah mengalami hal serupa di mana saat saya hendak mendahului sebuah tangki pertamina, dari arah berlawanan ada sebuah truk. Posisi saya tepat berada di antara keduanya.

Hal tentang kematian itu adalah sebuah misteri dan maut itu selalu ada di dekat kita. Tuhanlah yang paling berkuasa atas kematian. Saat rumah kekal kita di surga belum siap, maka kita pun masih akan tetap hidup walau kita sudah berdiri di bibir jurang kematian.

Jangan takut mati, karena hidup kita di dunia ini hanya sementara. Setelah kita selesai melakukan tugas-tugas di dunia dengan segala penderitaan yang ada, maka kita akan memulai kehidupan kekal di surga di mana tidak ada penderitaan seperti di dunia.

Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

Yudas 1:21

Tags:

One Response to “Tentang Kematian”

  1. Pendet Aliane #

    Dalam kematian manusia pengertiannya apakah daging berpisah dengan roh atau bagaimana ? Tidak bisa didapat didalam Beibel Perjan Baru maupun Beibel Perajan Baru.

    Seperti yang kita ketahui dari kisah Lazarus dan orang kaya setelah kematian mereka (lih. Luk 16:16-31), kita mengetahui, bahwa manusia “ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.” (Ibr 9: 27). Pada saat inilah kita diminta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita (lih. Luk 16:2) dan akan diadili sesuai dengan perbuatan kita (lih. 1 Pet 1:17, Rom 2:6). Lalu jiwa kita menerima akibat dari keputusan pengadilan ini. Inilah yang disebut Pengadilan Khusus.

    Kalau kita sebagai anak Tuhan dan orang percaya serta Dosa kita sudah ditebus dikayu Salib, apakah kita masih dihakimi lagi. Lalu yang dihakimi itu apakah daging, tulang berserta roh kita ? Atau terpisah hanya roh yang dihakimi. Ayatnya dimana dalam Beibel untuk mendukung argumentasi ini ? Kalau hanya perkataan Rasul Paulus itu hanya pendapat manusia bernama Paulus tidak menguatkan argumentasi.

    June 24, 2013 at 6:15 am Reply

Leave a Reply