Waktu Untuk Tuhan

 

Beberapa hari yang lalu saya mendapat sebuah sms yang berbunyi,”(Filipi 4 : 6 ) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Tanpa DOA, KEBERHASILAN kita seperti adonan tanpa rasa. Karena DOA adalah perasa utama dalam bahan keberhasilan kita. Semangat!”

Saya sedikit tertegun ketika membaca sms teman saya tersebut. Memang beberapa hari belakangan ini saya sedang mengalami beberapa masalah, dan sering bekerja dibawah tekanan. Tidak jarang ketika sedang dikejar dateline saya melupakan persekutuan pribadi saya dengan Tuhan. Saya berpikir lebih baik saya menyelesaikan tugas duniawi saya dulu, dari pada kena tegur karena pekerjaan saya tidak selesai. Masalah doa, saat teduh dan lain-lain bisa dilakukan nanti malam. Ya, memang benar malamnya saya tetap bedoa, tapi paling hanya doa untuk tidur. Hehe.. Sehari dua hari belum terasa dampaknya, tapi lama kelamaan saya merasa pekerjaan saya tidak selesai-selesai. Ada saja pekerjaan yang harus saya lakukan tiap hari. Otomatis, makin berkuranglah waktu saya dengan Tuhan.

Ketika mendapat sms ini saya tersadarkan, saya mulai kehilangan hubungan pribadi saya dengan Tuhan. Saya mulai jarang bercakap-cakap dengan Dia. Memang benar smua yang saya kerjakan baik di mata beliau, tapi saya tidak mendapatkan yang namanya kepuasan dan damai sejahtera. Saat itu juga saya meminta maaf atas setiap kesalahanku, dan mulai pagi itu saya memperbaharui komitmen saya. Saya berjanji akan selalu menyediakan waktu untuk Tuhan.

Beberapa jam kemudian saya mendapat kabar yang cukup mengejutkan. Pekerjaan pemrograman saya ditolak dengan alasan yang menurut saya tidak masuk akal. Ya, sebagai manusia biasa saya sempat kecewa, marah, hampir putus asa. Masalahnya beberapa hari yang lalu keadaannya masih baik-baik saja, nggak ada tanda-tanda bahwa program saya akan ditolak. Saya merasa mereka sama sekali tidak menghargai kerja keras saya selama beberapa bulan ini. Dan yang lebih membuat saya bingung dan khawatir, dateline saya menyelesaikan smuanya tinggal 2 minggu lagi, waktu yang sangat-sangat sebentar buat saya. Tapi entah kenapa, anda boleh percaya boleh tidak. Ketika mendengar kabar tersebut, di lubuk hati saya paling dalam ada sedikit rasa lega dan damai sejahtera. Saya merasakan sebuah kelegaan yang sangat luar biasa, seperti lepas dari beban berat. Dan saya percaya bahwa Tuhanlah yang memberikan kelegaan  itu. Dia membuat segala sesuatunya indah, begitu juga dengan hidup saya. Saya percaya Tuhan yang akan mampukan setiap saya.

Keesokan harinya saya menepati janji saya sama Tuhan. Saya tidak lagi menuhankan pekerjaan saya, tapi saya mengutamakan Yesus. Bahkan saya menyempatkan diri untuk datang ke Pondok Daud di salah satu greja, dan kembali di sana saya mendapat peneguhan. Seberat apapun masalahmu, pergumulanmu, pekerjaanmu, janganlah engkau melupakan hubungan pribadimu dengan Tuhan. Jangan hanya memberikan sisa waktumu untuk Tuhan, tapi beri waktu yang terbaik untuk Tuhan..

Tuhan Yesus Memberkati..

by: Renungan Harian Kristen

 Tag: Waktu Untuk Tuhan

Tags:

No comments yet.

Leave a Reply